Karakter morfologis dan molekular udang air tawar anggota Macrobrachium pilimanus species group di Sungai Opak, Winongo dan Sempor, Daerah Istimewa Yogyakarta

Macrobrachium merupakan genus dari subfilum Crustacea dengan keanekaragaman tertinggi.

Malya Adzillina Silmi; Rury Eprilurahman; Trijoko Trijoko; Lukman Hakim

2021

Scholarcy highlights

  • Macrobrachium merupakan genus dari subfilum Crustacea dengan keanekaragaman tertinggi.
  • Sampel udang pada penelitian ini memiliki kemiripan karakter paling tinggi dengan spesies M. pilimanus dan M. empulipke yang tersebar di Jawa.
  • Berdasarkan hasil identifikasi morfologis yang meliputi karakter morfologi, meristik, dan morfometri dari 11 sampel udang tersebut, semuanya hanya dapat diidentifikasi hingga tingkat genus yaitu Macrobrachium sp.
  • Berdasarkan Tabel 5, didapatkan hasil bahwa sampel WNM1 memiliki jarak genetik sebesar 13% dengan spesies M. forcipatum dan 14% dengan M. dienbienphuense dari database GenBank.
  • Berdasarkan hasil analisis variasi genetik antara sampel WNM1 dengan sampel M. forcipatum dan M. dienbienphuense dari GenBank, didapatkan tiga haplotipe dari tiga sekuen yang dianalisis.
  • Sampel udang tersebutdapat dimasukkan ke dalam satu kelompok spesies luas, yaitu kelompok spesies Macrobrachium pilimanus berdasarkan kesamaan karakter yang dimilikinya, antara lain memiliki rostrum yang tidak melebihi scaphocerite, carpus pereopod kedua berbentuk cangkir pendek, dan adanya pubescence lebat pada chela pereopod kedua.
  • Meristik, dan morfometri yang telah diamati dari sampel penelitian kemudian dibandingkan dengan seluruh spesies anggota M. pilimanus species group, dan lebih difokuskan pada spesies yang terdistribusi di Pulau Jawa.
  • Sampel udang dalam penelitian ini memiliki banyak kesamaan dengan spesies M. pilimanus dan M. empulipke, antara lain memiliki rostrum pendek dan tidak mencapai akhir segmen ketiga antennular peduncle, memiliki preanal carina, dan memiliki mobile mesial spine yang lebih pendek dari distolateral tooth.
  • Sampel dalam penelitian ini juga memiliki beberapa kesamaan dengan spesies M. forcipatum, yaitu memiliki mobile mesial spine lebih pendek dari distolateral tooth, jumlah gigi rostrum+(6-8)/2-3 vs+(6-10)/2-3), jumlah gigi pada chela pereopod kedua, rasio jari dengan palma pereopod pertama, dan rasio panjang propodus dengan dactylus pereopod ketiga.
  • Sampel WNM1 juga memiliki beberapa kesamaan dengan spesies M. dienbienphuense, antara lain memiliki preanal carina, mobile mesial spine lebih pendek dari distolateral tooth, jumlah gigi rostrum+(68)/2-3 vs+(5-9)/1-3), rasio jari terhadap palma pereopod pertama, rasio chela terhadap carpus pereopod kedua, rasio palma terhadap carpus pereopod kedua, dan rasio propodus terhadap dactylus pereopod ketiga.
  • Besarnya nilai jarak genetik ini menunjukkan sampel WNM1 memiliki perbedaan gen yang cukup besar dan hubungan kekerabatan yang kurang dekat dengan kedua spesies tersebut.
  • Kedekatan sampel WNM1 dengan M. forcipatum dan M. dienbienphuense ini didukung oleh jarak genetik yang paling dekat dibandingkan spesies lain, yaitu masing-masing sebesar 13% dan 14%.
  • Hasil analisis ini menunjukkan bahwa sampel yang diteliti berbeda dengan M. forcipatum dan M. dienbienphuense, tetapi masih masuk ke dalam anggota M. pilimanus species group.

Need more features? Save interactive summary cards to your Scholarcy Library.